Sabtu, 25 Februari 2012

Yang Telah Berlalu

Kau
Saat itu kau bisa jadi orang yang paling mempengaruhi keseimbangan pikiran dan perasaanku.
Aku tahu sebenarnya aku tak cukup tau banyak tentang dirimu.
Ironis?
Tidak...
Itu hal biasa dalam hidup
Aku memahami benar bahwa tak semua hal bisa dan dapat diketahui
Bahkan perihal kekasih hati sekalipun
Aku tak pernah menanyakan ketidaksukaanmu kepada minyak kayu putih dan balsem
Aku tak pernah menanyakan soal warna kegemaranmu
Aku tak pernah menanyakan tentang reaksi spontanmu setiap kali ada yang mendekatiku
Aku menerima semua itu sebagai bagian dari dirimu
Bagian yang melengkapi keutuhan hidupmu
Mengapa kita harus selalu tahu?
Setiap orang memiliki sisi yang yang hanya miliknya dan enggan berbagi pada siapa-siapa
Sisi gelap...sisi terang...sisi abu-abu..
Apa kita harus mengetahui semuanya seolah kita punya hak untuk itu
Tidak!
Kebenaran punya waktunya sendiri untuk mengungkapkan dirinya
Itu sikapku terhadap segala rahasia yang mungkin  kau simpan dariku
Aku pernah mencintaimu dengan segala teka teki yang melekat dalam hidupmu
Apapun itu
Karena aku pernah mencintaimu tanpa syarat
Aku pernah mencintaimu bukan karena kau adalah kekasihku
Bukan juga karena kau berada disisiku
Aku pernah mencintaimu dengan kesadaran
Sadar bahwa kau ada untuk kucintai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar