Sabtu, 28 April 2012

GOD Never Leave Us

Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka. Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk didewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan yang paling dalam. Ketika hari sudah sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka, dan orang yang mengantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.
Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan.
Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman srigala, bunyi dahan yang bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.

Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya.
Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya dengan posisi siap menmbakkan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya, sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.


Dalam mengarungi kehidupan in, sepertinya Tuhan "begitu kejam" melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini.
Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti Ia setia, Ia mengasihi kita, dan selalu berjaga-jaga bagi kita.


God is too wise be mistaken
God is too good to be unkind
So,
When you understand Him and
When you can't see His plan and
When you can't trace His hand
JUST TRUST HIS HEART

God Bless....

Rabu, 25 April 2012

Self Acceptance

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya - Mazmur 139:14


Kalau aku jadi kupu-kupu, terima kasih Tuhan untuk sayapku
Dan kalau aku burung robin di pohon, aku bersyukur aku bisa berkicau
Dan kalau aku jadi ikan dilautan, ekorku bergoyang dan aku tertawa riang,
Tapi aku bersyukur, Bapa,
karena Kau membuatku menjadi aku
Karya: Brian Howard


Di dalam kehidupan ini, ada hal-hal yang tidak dapat kita pilih. Kita tidak dapat memilih jenis kelamin kita, kita tidak dapat memilih di keluarga mana kita dilahirkan, kita tidak dapat memilih warna kulit kita, dan banyak lagi. Biasanya untuk hal-hal yang tidak kita pilih ini, kita tidak dapat menerimanya dengan lapang dada jika hal-hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita.

Seorang pemudi mungkin tidak menerima dirinya sendiri karena wajahnya mungkin kurang cantik. Seorang anak mungkin kecewa karena ia dilahirkan di luar pernikahan yang sah, sehingga ia mendapat predikat anak haram. Lebih jauh lagi, ada orang-orang yang menjadikan hal-hal di luar kendalinya tersebut sebagai alasan untuk mewajarkan kegagalan dirinya atau bahkan tindakan kejahatan yang dilakukannya. Beberapa hari lalu, saya membaca sebuah kisah di dalam sebuah tabloid yang menceritakan seorang wanita yang membenci semua laki-laki karena sewaktu kecil ayahnya meninggalkan dia dan ketika ia remaja, sepupunya memperkosanya.


Teman-teman yang terkasih, memang benar ada begitu banyak hal di dalam kehidupan kita yang tidak dapat kita pilih. Namun demikian, kita tidak boleh terus menerus larut didalam kekecewaan ataupun trauma. Firman Tuhan yang saya baca hari ini menyatakan bahwa kita semua adalah pribadi yang unik. Tuhan sendiri yang menenun kita didalam kandungan ibu kita. Dalam The Purpose Driven Life, Rick Warren menyatakan bahwa walaupun keberadaan kita di dunia ini tidak direncanakan oleh orangtua kita, Tuhan merencanakannya. Kita harus belajar untuk memiliki sikap self acceptance dan mulai berhenti menjadikan hal-hal yang di luar kendali kita sebagai penghalang untuk maju.


Sebuah kata-kata bijak menyatakan; You can't always change your situation, but you can change your attitude toward that situation. Tepat sekali! Daripada bersungut-sungut dan kecewa menghadapi hal-hal di luar kita, lebih baik kita bersyukur dan mulai meresponi dengan positif semua hal yang harus kita hadapi.


Tuhan memberkati.


Aku bersyukur karena Kau membuat aku menjadi aku....

Selasa, 24 April 2012

DETIK-DETIK KEHIDUPAN


Waktu terus berjalan, jarum jam tak pernah berhenti berputar. Hari demi hari terus berlalu, inilah hokum alam dan hakekat kehidupan.

Kaya – miskin, tua – muda, pria – wanita, hina – mulia, sehat – sakit, tanpa kecuali semua berputar bersama dengan roda waktu, seperti air yang membawa hanyu daun – daun kering, pergi tak pernah kembali.

Maka jangan mengeluh susah untuk kebaikan, jangan berkata tidak punya waktu untuk berbuat baik.

Sesibuk apapun, waktu tak pernah menunggu, sesusah apapun berbuat baik hari demi hari tetap berlalu.

Duduk malas dirumah, makan tidur dan berleha – leha, hari demi hari tetap juga berlalu.

Berbuat baik atau tidak, kehidupan tetap harus dijalani.

Mengapa tidak memilih yang baik?
Menjalani hidup ini dengan berbuat baik?
Mengapa tidak isi setiap hari yang berlalu cepat ini dengan kebaikan, bersyukur dan berdoa?
Mengapa tidak mengembangkan kasih dan kearifan dalam setiap detik yang terus melaju ini?

“Waktu tak pernah dapat ditahan.
Orang bodoh membiarkannya berlalu, orang bijak memanfaatkannya!!”

PERGUNAKANLAH WAKTU YANG ADA, KARENA HARI – HARI INI ADALAH JAHAT (EFESUS 5:16)