Kamis, 31 Maret 2016

SOUL MATE


Apa saja yang dapat membuat suatu hubungan berjalan baik?
Apa yang harus aku perhatikan dalam memilih pasangan hidup?
Bagaimana aku mengetahui bahwa si dia adalah orang tepat untuk dinikahi?
Kriteria apa aja yang perlu aku temukan dalam diri si dia agar aku enggak terjebak dalam kesalahan yang sama dan terluka lagi?

Seperti biasa aku suka bertanya ke teman-teman (cewek & cowok) mengenai kriteria yang mereka cari, pada umumnya kriteria umum yang dicari adalah :
1. Seseorang yang memiliki rasa humor dan dapat membuat tertawa.
2. Seseorang yang bertubuh atletis dan rajin berolah raga.
3. Sesorang menyukai traveling, shopping dan musik.

Aku adalah cewek yang enggak pernah punya kriteria untuk "si dia", karena menurut aku suatu saat aku bisa saja kejebak sendiri dengan kriteria-kriteria yang aku buat sendiri untuk "si dia". 

Kenapa aku bilang bisa terjebak?

Saat berbicara tentang seseorang yang humoris, tegap, ramah, tenang dan sebagainya kita sedang mengacu kepada kepribadiannya bukan karakternya.
Seorang pembunuh berantai bisa memiliki kepribadian yang menyenangkan dengan rasa humor yang tinggi. Seseorang pemerkosa juga bisa memiliki tubuh yang atletis dan rajin berolah raga. Seorang psikopat bisa memiliki kepribadian yang ramah dan sangat tenang. Dan seorang pelacur bisa saja menyukai traveling, shopping dan musik.

So...
Apakah ini berarti kita menyukai seorang pembunuh, pemerkosa, psikopat dan pelacur? :)

Cepat-cepatlah mengubah kriteria dalam hal ini, jika tidak maka pada akhirnya kita pasti akan selalu jatuh ke tangan orang yang salah.

Carilah seseorang yang mempunyai karakter yang baik, bukan kepribadiannya saja yang baik. Karena seperti Mamah aku yang selalu OK mengatakan "sebab karakter yang menentukan cara dia memperlakukan dirinya, kamu dan anak-anakmu suatu hari kelak".

And, in the end...
Karakter adalah dasar dari setiap hubungan yang sehat.


Have a nice day everyone...
xoxo

Jumat, 11 Maret 2016

Better Things Are Coming

TUHAN MASIH MENULIS CERITA CINTA - GRACE SURYANI & STEVEN HALIM
 
DOA YANG DIJAWAB
Adalah sesuatu yang tidak mengenakkan saat apa yang aku mau, apa yang aku kehendaki itu tertunda atau tidak terwujud. Itupun sering aku rasakan didalam doa-doa yang aku naikkan. Aku sering berpikir bahwa keinginan dan doa aku itu harus dipenuhi/dijawab karena menurut aku itu yang seharusnya terjadi atau itulah yang terbaik untuk aku.

Tapi dalam mengiring Tuhan, aku banyak belajar dimana ada doa-doa aku yang tidak dikabulkan, bukan karena Tuhan tidak bisa tapi karena Tuhan memang tidak mau. Ada doa-doa aku yang tidak langsung dijawab, bukan karena Tuhan tidak bisa, tapi karena Tuhan tahu itu belum waktunya.

Saat aku berkata bahwa aku percaya kepada Tuhan, maka disitu aku belajar untuk "mempercayakan" sepenuhnya hidup aku, termasuk doa-doa aku. Selama ini aku hanya mendengar dan belajar bahwa apapun yang kamu doakan akan dikabulkan, apapun yang aku minta Tuhan akan berikan. Tidak ada yang salah dengan itu dan memang Tuhan sanggup menjawab dan memberikan.

Tapi dari buku ini aku disadarkan (lagi) bahwa Tuhan sedang menambahkan kedewasaan aku sehingga supaya doa-doa aku selaras dengan apa yang dikehendakiNya. Karena janjiNya saat aku berdoa sesuai dengan kehendak Tuhan maka Dia mengabulkanNya.

Mamah aku yang OK bilang : Nggak ada salahnya kalau aku punya keinginan, target dan lain sebagainya, tapi aku juga harus menyadari bahwa belum tentu apa yang aku mau itu betul-betul bisa memberikan kebahagiaan, benar-benar bisa menyelamatkan situasi aku, sungguh-sungguh bisa memperbaiki kondisi aku. Aku harus sadar bahwa aku manusia yang masih bisa tergoda dengan hawa nafsu, aku manusia yang suka terburu-buru, sehingga bisa saja apa yang kita doakan lahir dari keinginan daging semata dan bukan kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan itu pasti menyempurnakan, mendatangkan kebaikan dan penuh damai sejahtera.

Terima kasih Tuhan Yesus untuk Mamah aku yang OK...

Menurut kehendak Tuhan artinya juga sesuai dengan waktuNya. Tuhan tahu persis kapan saat terbaik untuk aku menerima jawaban doa aku. Kapan aku sudah siap dan kapan aku sudah cukup dewasa untuk menerima jawaban doa aku. Dia tidak pernah terlalu cepat dan tidak pernah terlambat. Dia tidak pernah gagal dan tidak pernah salah. Karena memang cuma Tuhan saja yang tahu kapan dan apa yang terbaik untuk aku..

God bless....