Rabu, 25 April 2012

Self Acceptance

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya - Mazmur 139:14


Kalau aku jadi kupu-kupu, terima kasih Tuhan untuk sayapku
Dan kalau aku burung robin di pohon, aku bersyukur aku bisa berkicau
Dan kalau aku jadi ikan dilautan, ekorku bergoyang dan aku tertawa riang,
Tapi aku bersyukur, Bapa,
karena Kau membuatku menjadi aku
Karya: Brian Howard


Di dalam kehidupan ini, ada hal-hal yang tidak dapat kita pilih. Kita tidak dapat memilih jenis kelamin kita, kita tidak dapat memilih di keluarga mana kita dilahirkan, kita tidak dapat memilih warna kulit kita, dan banyak lagi. Biasanya untuk hal-hal yang tidak kita pilih ini, kita tidak dapat menerimanya dengan lapang dada jika hal-hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita.

Seorang pemudi mungkin tidak menerima dirinya sendiri karena wajahnya mungkin kurang cantik. Seorang anak mungkin kecewa karena ia dilahirkan di luar pernikahan yang sah, sehingga ia mendapat predikat anak haram. Lebih jauh lagi, ada orang-orang yang menjadikan hal-hal di luar kendalinya tersebut sebagai alasan untuk mewajarkan kegagalan dirinya atau bahkan tindakan kejahatan yang dilakukannya. Beberapa hari lalu, saya membaca sebuah kisah di dalam sebuah tabloid yang menceritakan seorang wanita yang membenci semua laki-laki karena sewaktu kecil ayahnya meninggalkan dia dan ketika ia remaja, sepupunya memperkosanya.


Teman-teman yang terkasih, memang benar ada begitu banyak hal di dalam kehidupan kita yang tidak dapat kita pilih. Namun demikian, kita tidak boleh terus menerus larut didalam kekecewaan ataupun trauma. Firman Tuhan yang saya baca hari ini menyatakan bahwa kita semua adalah pribadi yang unik. Tuhan sendiri yang menenun kita didalam kandungan ibu kita. Dalam The Purpose Driven Life, Rick Warren menyatakan bahwa walaupun keberadaan kita di dunia ini tidak direncanakan oleh orangtua kita, Tuhan merencanakannya. Kita harus belajar untuk memiliki sikap self acceptance dan mulai berhenti menjadikan hal-hal yang di luar kendali kita sebagai penghalang untuk maju.


Sebuah kata-kata bijak menyatakan; You can't always change your situation, but you can change your attitude toward that situation. Tepat sekali! Daripada bersungut-sungut dan kecewa menghadapi hal-hal di luar kita, lebih baik kita bersyukur dan mulai meresponi dengan positif semua hal yang harus kita hadapi.


Tuhan memberkati.


Aku bersyukur karena Kau membuat aku menjadi aku....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar