Sakitnya hati karena pengkhianatan, seperti memberi ijin kepada gw untuk membenci dan merencanakan pembalasan dendam, yang mengacaukan irama jantung, menyesakkan nafas dan menggelisahkan tidur.
Dan itu semua gw lakukan saat orang yang berkhianat itu meneruskan kehidupan dengan ceria dan sama sekali tak tau atau peduli dengan panasnya hati gw.
Tapi, apakah jika dia kembali membaik-baikkan diri gw akan menerimanya kembali?
Jika iya, apakah gw siap untuk pengkhianatan berikutnya?
Jika tidak, untuk apakah gw marah seperti mengharapkannya kembali?
Sudahlah...
Padamkanlah api dendam yang hanya menyiksa gw tanpa janji kebaikkan sampai kapan pun itu...
Ini adalah waktu untuk mendamaikan hati gw...
Orang yang hatinya bersih dari dendam, hidupnya lapang, tidurnya damai dan rezeki kehidupannya tersusun rapih dalam setiap langkahnya...
God Bless Me :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar